Wednesday, April 12, 2017

My First Love

  Hai hai, balik lagi sama nih sama aku yups Nabila Elfira Fani Br lumban Tobing yang biasa dipanggil dengan nama aling atau Bila EF (Lengkap amat mbak)

  Kali ini aku akan menceritakan kisah cinta pertama ku yang arghh boleh dibilang sangat tragis uhhh :( sebelum itu mari kita baca sedikit lirik lagu dibawah ini untuk memberitahu kalian bahwa bagaimana perasaan ku sekarang. Oke langsung aja yah cusssssssssss......

Saat dunia menjadi gelap
Hujan rintik - rintik perlahan turun
Hari ini juga tanpa ragu
Aku tak bisa tak memikirkannya
Memikirkan tentang mu
Ku kira sudah berakhir sekarang
Aku tahu ini tidak nyata
Sekarang aku tau ini bukan kebenarannya
Saat itu hanya harga diriku
Yang menyebabkan aku tidak menghentikanmu
Hanya saja, aku sedikit menyesalinya
Pada saat hari hujan
Kau datang dan mencarikku
Menyiksaku setiap malam
Saat hujan mulai berhenti
Kau mengikutinya
Dan perlahan kau pun berhenti

Lirik: On Rainy Days Ost. Twenty Years Old

  Yups kira kira begitu lah saat ini yang sedang aku alami. Aku menyukai seseorang dalam diam tanpa berani untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan padanya selama hampir dua tahun terakhir ini
  Kisah ini berawal saat aku melanjutkan study di sebuah sekolah menegha atas negri di Medan. Saat awal masuk sekolah anak baru diwajibkan untuk memiliki setidaaknya satu organisasi di sekolah. Saat itu aku memilih masuk paskibra dan beberapa teman ku masuk ke organisasi yang dinamakan Rohis (Rohani Islam). Dari namanya aja kita udah tau dong pasti orang orang disana adalah orang orang yang sangat ingin mendalami ilmu agama
  Awal mula aku dan teman - teman ku sedang asik ngobrol saat jam istirahat. Pada saat itu sekolah kami sedang kedatangan tamu. Nah si doi ini yang saya samarkan namanya menjadi Umay ini adalah kaka kelas aku, dia memanggil teman ku yang anak rohis untuk segera membersihkan mushola dan memanggil teman teman yang lain. Saat itu dia tersenyum pada ku dan saat itulah aku mulai menyukainya. Tapi saat itu aku hanya sekedar mengagumi nya. Aku mulai menyukainya saat aku menjadi penggemar rahasianya selama 4 bulan aku menstalker tentang nya. Saat itu aku mulai jatuh hati padanya namun yang bisa aku lakukan hanya memperhatikannya dari jauh. Menemaninya saat dia lama di Jeput. Dan selalu medoakannya dalam setiap shoatku, karena senyumnya yang menjadi awal rasa suka ini. Aku selalu berdoa agar dia sesalu diberi kesehatan keberkahan dan kebahagiaan di setiap harinya agar aku bisa selalu melihat senyum nya setiap hari. Tragisnya dia tidak pernah menyadari keberadaanku ini yang selalu memperhatikannya dari jauh. Aku tidak berani berbuat lebih seperti mengajaknya ngobrol atau berkenalan karena aku selalu berfikir aku tidak pantas untuk anak sholeh dan baik seperti dia.

  Aku hanya seorang wanita yang bahkan untuk menutup aurat ku saja aku masih melakukannya kadang kadang. Dari situ aku hanya beranggapan aku harus tau diri dan aku tidak akan bisa mendapatan nya. Aku tau itu mustahil tapi selama hampir dua tahun aku menyukaiya aku selalu berharap bahwa suatu saat dia akan menyadari keberadaan ku. Jujur saja aku lelah dengan semua ini. Aku bahkan bertanya tanya pada diriku sendiri, sampai kapan aku harus mengagumi nya dengan cara seperti ini tapi anehnya aku tak pernah kapok untuk selalu menyukainya. Bahakan rasa suka ini malah semakin besar terhadapnya.
  Hingga saat UTS semester pertama kelas 2 saat itu dia sudah kelas 3, kami di pertemukan kembali. saat itu aku duduk bersebelahan dengannya dan kalian tau? betapa gugupnya aku saat itu. Sampai waktu istirahat dia mengetahui kalau aku menyukainya dari sebuah tulisan di papan tulis yang entah siapa penulisnya.
  Hal itu membuat aku malu setangah hidup bahkan mulai saat itu aku tidak seleluasa lagi memperhatikannya/ Tapi hal itu hanya beralangsung sementara. Sepertinya dia menganggap bahwa itu semua hanya bercaanda. Jujur sebenarnya dalam hatiku aku merasakan kesedihan yang mendalam. Teman teman ku semua berfikir aku hanya sekedar kagum saja. Tidak ada yang tahu seberapa dalam rasa suka ku ini padanya. Kata yang selalu mengganjal di hatiku ini rasanya ingin sekali aku ungkapkan tapi sekali lagi aku merasa aku ini tak pantas melakukannya bahkan untuk sekedar kenalan saja. Bukan hanya aku, teman teman ku bahkan berkata aku tak akan mungkin bisa mengalahkan anak anak rohis yamg menyukai dia. Itu kata tersedih yang bikin aku semakin jatuh.

  Orang hanya melihatkku di siang hari. Mereka melihat aku yang begitu ceria dan tertawa setiap harinya, tapi aku selalu menangis setiap malam. Penyebabnya? haha entahlah aku juga tidak tau. Aneh saja tapi dada ini rasanya sangat sesak dan aku hanya bisa melampiaskan kesedihan ku ini saat semua orang sudah terlelap. Aku hanya bisa menyembunyikan kesedihanku ini dengan bersikap ceria di depan banyak orang
  Hingga akhirnya sabtu kemarin tepat tanggal 8 April 2017 adalah hari pelepasan anak kelas 3. Aku bahagia tapi aku juga sedih. Bahagia karena sekarang jalan Umay menjadi orang sukses tinggal sedikit lagi, bahagia dia akan segera lulus. Tapi aku sedih karena aku tidak bisa memperhatikannya dari jauh lagi, sedih tidak bisa melihatnya lagi, sedih gak bisa liat senyumnya lagi, sedih gak akan tau kabarnya lagi, sedih memikirkan apakah ini akhirnya? akhir dari perjuangan ku dan cinta pertama ku yang tragis. Saat pelepasan itu aku ingin setidaknya memiliki momen dengannya. Aku ingin mengajaknya foto bersama tp sekali lagi hatiku berkata "kau yakin dia tidak akan menolak saat kau ajak berfoto? kau yakin siap menanggung malu jika itu terjadi?" yups saat itu harga diriku yang membuatku mengurungkan niat ku itu. Kenapa? aku tau dia paling tidak suka diajak berfoto bisa dikata sulit lah tapi jujur aku agak menyesalinya
  Keesokan hainya aku berkumpul dengan teman ku. Alangkah terkejutnya aku saat aku tau dia berfoto dengan Umay. Yups teman ku ini salah satu anggota rohis jadi aku tidak heran. Tapi sekali lagi aku merasakan sakit saat melihatnya. Tidak Tidak aku tidak cemburu hanya saja rasa iri muncul dalam hatiku. Aku berfikir "betapa beruntungnya dia bisa berfoto dengan Umay. Kenapa aku tidak bisa? bukan kah ini tidak adil? aku hanya menginginkan 1 momen foto bersamanya, lalu apa yang salah dengan itu?"
  Kira Kira begitulah yang aku rasakan. Rasanya hati ini tercabik cabik guys. Balik lagi aku malamnya nangis sejadinya jadinya. Alasannya? yah sama aku juga ga tau tapi rasanya dada ini tuh sesak banget guys. Aku bingung sekarang apa yang harus aku lakukan tapi aku tak bisa menghilangkan rasa suka ku ini padanya bahkan sampai detik ini juga.


  Oke deh guys itulah sedikit kisah cinta pertama aku ya. Semoga kalian yang mungkin juga hanya bisa mengagumi seseorang diam diam kaya aku bisa kuat. Aku tau sih itu sulit tp kita tidak bisa apapun selain bersabar berharap dan berdoa. yakan?
makasih juga loh ya udah mau baca kisah aku yg gak trlalu penting ini juga. Maaf kalau banyak kata yang typo dan maaf juga bila ada kata yang salah

Selamat Malam :)